-->

Thursday, February 5, 2015

Anne Frank dan Diary masa Holocaust



Anne Frank adalah gadis remaja Jerman-Yahudi yang terkenal akan catatan hidupnya saat bersembunyi dari Nazi selama Perang Dunia II.


Buku harian Anne Frank pertama kali diterbitkan tahun 1947 dengan judul Anne Frank: The Diary of a Young Girl dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia.

Dokumentasi kehidupan Anne Frank selama era holocaust terutama berisi catatan pribadi tentang penindasan dan fasisme di bawah kekuasaan Nazi dalam kacamata seorang anak.

Annelies Marie Frank lahir pada 12 Juni 1929 di Weimar, Jerman, dari orang tua bernama Otto Frank dan Edith Hollander Frank. Dia memiliki kakak perempuan yang berusia dua tahun lebih tua bernama Margot.

Meskipun keluarga Frank merupakan keturunan Yahudi, mereka tinggal di lingkungan beragam. Ayah Anne bahkan pernah menjabat sebagai perwira Jerman selama Perang Dunia I.




Pada tahun 1933, partai Nazi pimpinan Adolf Hitler memenangkan pemilu di Frankfurt dan segera melahirkan gerakan anti-Semit.

Keluarga Frank mulai khawatir tentang efek dari gerakan Nazi di Jerman dan segera pindah ke Amsterdam, di mana Otto Frank menjadi seorang pengusaha.


Disana, Anne Frank kembali ke kehidupan normal sebagi seorang gadis muda, memasuki sekolah Montessori dan mengembangkan minatnya dalam menulis.

Pada hari ulang tahun ketiga belas, Anne Frank menerima buku autograf dari ayahnya.

Anne Frank segera menggunakan buku itu sebagai buku harian untuk menuangkan apa yang dia pikirkan.

Pada saat itu, pendudukan Jerman mulai melakukan pengejaran ke orang Yahudi dan mulai memaksa anak-anak Yahudi untuk menghadiri sekolah Yahudi.




Sebulan setelah memulai buku hariannya, Anne Frank dan keluarganya dipaksa bersembunyi, setelah kakaknya, Margot, menerima pemberitahuan untuk melapor ke kamp kerja.

Mereka lantas berpindah dengan hanya mengenakan pakaian di tubuh ke dua kamar kecil yang tersembunyi di atas gedung tempat Otto Frank bekerja.

Dengan bantuan dari mitra bisnis dan teman-teman terdekat, Frank terus bersembunyi menghindari pengejaran Nazi.

Selama bersembuyi, Anne terus menuliskan apa yang dia dirasakan, lihat, dan dengar. Entri terakhir ke dalam buku hariannya adalah 4 Agustus 1944.

Hari itu, pasukan Jerman menyerbu tempat persembunyian keluarga Frank dan menangkap mereka.

Sebagian dari mereka dijebloskan ke penjara, sedangkan Anne dan kakaknya dikirim untuk bekerja di kamp konsentrasi.

Anne Frank dikirim ke Bergen-Belsen pada bulan Oktober dan meninggal karena tifus musim semi berikutnya diusia 16 tahun.




Tanpa sepengetahuan Anne Frank, seorang wanita bernama Miep Gies sempat menyelamatkan buku harian Anne Frank saat tentara Jerman menyerbu masuk.

Gies lantas memberikan buku harian tersebut kepada ayah Anne setelah mengetahui sang anak sudah tewas.

Ayahnya berusaha menerbitkan buku tersebut, sebagian untuk mengabarkan dunia akan kekejaman partai Nazi, sekaligus untuk mewujudkan impian putrinya menjadi penulis.


Penerbitan pertama Anne Frank: A Young Girl’s Diary dilakukan pada tahun 1947. Sejak itu, buku tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa serta diadaptasi menjadi sebuah film, The Diary of Anne Frank pada tahun 1959.








sumber: http://www.amazine.co/28214/siapakah-anne-frank-kisah-penulis-the-diary-of-a-young-girl/
.

Advertiser